Di awal bulan, di penghujung tahun 2013 satu lagi kegiatan rutin KMK SC yang akan menjadi moment luar biasa setiap tahunnya telah terlaksana.
Camping Solidaritas KMK SC 2013.
Bertempat di Bumi Perkemahan Mandala Wangi, Cibodas, Jawa Barat yaitu perkemahan yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrangokegiatan ini berlangsung selama tiga hari dua malam dengan keseluaruhan peserta yang ikut kurang lebih empat puluh lima orang (termasuk alumni, senior, panitia dan mahasiswa baru).
Pemberangkatan menuju tempat camp start di Gereja Kristus Raja Serang. Peserta berkumpul pukul 06.00 WIB di teras gedung Alexander sembari merapihkan barang bawaan dan menunggu peserta lain yang mungkin bangun kesiangan. Matahari pun belum sempat terbit pagi itu, namun semangat peserta yang akan berangakat camp tidak begitu saja surut. Setelah semua peserta berkumpul akhirnya peserta camp berangkat kurang lebih pukul 07.00 WIB diantarkan kendaraan special KMK (DALMAS POLISI). Setelah perjalanan yang cukup melelahkan peserta sampai di Bumper sekitar pukul 13.00 WIB dan makan siang.
Pemberangkatan cloter ke dua, buat peserta yang tidak bisa ikut berangkat pagi. Sebagian berkumpul di halte kampus Serang pukul 19.00 WIB dan sebagian berangkta dari Cilegon. Peserta yang menyusul berjumlah 13 orang setelah sempat mengalami miss komunikasi akhirnya peserta menyusul berangkat pukul 20.00 WIB dengan menggunakan angkutan umum.
Sebelum menuju bumi perkemahan kami masih harus meunggu satu peserta yang kesasar selama beberapa jam sampai akhirnya peserta camp yang menyusul samapi dengan selamat di Bumper dan di sambut suhu udara yang dingin menusuk tulang, dan beberapa peserta mengalami kedinginan dan hipotermia.
Pagi pertama yang cerah di Bumi Perkemahan Mandala Wangi. Ibadah pagi yang di pimpin oleh Frater Gaspar (pemateri yang di datangkan dari keuskupan Bogor) berlangsung hening. Pada hari pertama Frater Gaspar telah menyampaikan materi mengenai tema Camping Rohani KMK SC 2013 yang mengangkat ayat.
“Perbedan
Mengikat Persaudaraan dalam Kasih.” (2 Petrus 1:7)
dengan tema tersebut KMK SC berharap agar perbedaan-perbedaan mendasar yang terdapat dalam diri masing-masing anggota KMK SC justru menjadi rantai penguat yang menyatukan Keluarga Mahasiswa Katolik Serang Cilegon menjadi keluarga yang satu dalam kasih.Materi ke dua untuk peserta Camp tentang Sejarah KMK SC disampaikan oleh alumni yaitu Bang Apolos Antonius. Peserta dengan antusias menyimak bagaimana sejarah keluarga kecil KMK SC bisa terbentuk dan bertahan samapai sekarang.
Materi ketiga mengenai Organisasi dan Akademis, di sajikan oleh salah satu pendiri KMK SC yaitu bang Iswardi Tinambunan banyak juga mengulas tentang pengalamannya selama berdiri di KMK SC.
Dilanjutkan kegiatan yang selalu menjadi kontroversi tiap tahunnya, yaitu jurit malam. Kegiatan post to post ini di rangkai sedemikian sehingga menjadi acara yang paling unforgettable setiap tahunnya. Bagaimana solidaritas setiap peserta di gali di session ini. Melewati hutan, menyusur tengah malam bersama saudara seperjuangan dan belajar tentang hal-hal yang tidak pernah terbesit sama sekali saat duduk di bangku kampus. Merasakan indahnya doa yang tulus dari kawan seperjuangan untuk kita, belajar tentang solidaritas yang sesungguhnya. Juga bagaimana berjuang untuk mengungkapkan janji yang tetap membara meskipun diucapkan sembari melawan dinginnya aliran arus sungai di tengah malam.
dinginnya udara yang mencapai hapir 18 derajat celcius di ketinggian 1100 mdpl ini nyatanya sedikitpun tidak mengurangi kebersamaan kita sebagai keluarga.
Dalam keluarga kecil ini selama tiga hari dua malam kita sama-sama ditempa unuk menjadi pribadi yang satu.
Satu dalam Iman. Satu dalam keluarga. Satu dalam Kristus.
Because...
We are Catholic!
We are Family
We are one in Christ!
Proficiat KMK SC.



































